Sabtu, 02 April 2011

PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH DASAR

PENYUSUNAN  KARYA TULIS ILMIAH DASAR[1]
Oleh: Jonaedi Efendi, S.H.I.,M.H.[2]
A.    Pengantar
   Menulis bagi mahasiswa bukan lagi persoalan keharusan tetapi sudah menjadi kebutuhan. Dalam tataran akademik, kemampuan menulis bagi mahasiswa merupakan bagian dari soft basic skill  yang harus dimiliki oleh mahasiswa.Apalagi dalam kurikulum yang berbasis kompetensi, mahasiswa  dituntut untuk proaktif didalam mengekplorasi potensi yang ada dalam diri mahasiswa, salah satu potensi itu adalah kemampuan menulis karya tulis ilmiah.
Mengapa kemampuan menulis menjadi sangat penting bagi mahasiswa. setidaknya ada beberapa alasan.pertama, Mahasiswa dituntut untuk berfikir kritis, nah kemampuan menulis mahasiswa memadukan dua tradisi yaitu tradisi membaca dan tradisi berdiskusi. dua tradisi ini apabila dihubungkan dengan daya malar kritis mahasiswa akan melahirkan kemampuan menulis. Kedua, menulis merupakan salah satu kreativitas mahasiswa yang mandapat membangun kompetensi mahasiswa. ketiga, ada banyak program yang dibuat oleh DIKTI dalam mengembangkan kretifitas mahasiswa salah satunya adalah program kreativitas mahasiswa (PKM). Program ini dibiayai oleh DIKTI sesuai denga proposal yang diajukan. PKM dikti membutuhkan pengetahuan dan kemampuan mahasisawa dibidang penulisan karya tulis mahasiswa.
Makalah singkat ini akan menjelaskan metode-metode penyusunan  karya tulis ilmiah secara sederhana. Dengan harapan mahasiswa dapat memahami serta mampu menguasai dan pada akhirnya akan memiliki kreativitas dasar terutama dalam penulisan karya tulis ilmiah.Semoga.
B.     Pengertian Karya Tulis Ilmiah
   Sebelum membahas lebih jauh, perlu persamaan pemahaman terlebih dahulu tentang batasan karya tulis ilmiah, karya ilmiah, dan karya tulis populer.
1.      Karya tulis ilmiah
      Karya tulis ilmiah adalah Tulisan yang disusun oleh orang atau sekelompok orang (tim) yang melakukan penelitian/kajian. Karya ini mempunyai bertujuan menjelaskan secara akurat prosedur/metode yang berlaku dan menyajikan hasil penelitian .  Karya ini ditulis dengan format standard: abstrak, pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka. Contoh: Laporan penelitian, Skripsi, Tesis/Disertasi, Tugas akhir, Makalah hasil penelitian
2.      Karya  ilmiah
      Karya  ilmiah adalah: Tulisan/artikel yang ditulis oleh orang atau sekelompok orang (tim)  dibidangnya dan berpengalaman. Tulisan  bukan berasal dari hasil penelitian/kajian tetapi berasal dari gagasan atau tinjauan literatur yang bersifat ilmiah dan ditulis berdasarkan kaidah ilmiah. Namun format tulisan tidak perlu mengikuti standar karya tulis ilmiah. Contoh:Proposal, Ringkasan eksekutif, Makalah bahan ajar dan modul, Tinjauan literatur.       
3.      Penulisan ilmiah populer
      Karya ilmiah yang disajikan dalam tulisan populer dengan tujuan dibaca oleh pembaca umum.  Ditulis oleh ilmuwan dibidangnya, maupun oleh orang lain yang bukan di bidangnya namun dapat menyajikan secara populer. Contoh: Artikel-artikel yang dimuat di majalah Baca/Koran dll.

C.     Struktur Penulisan Ilmiah
1.      Pendahuluan
            Seperti namanya, bagian ini memberikan gambaran mengenai topik penelitian yang hendak disajikan. Aspek-aspek yang biasa disertakan pada bagian ini diuraikan secara sederhana di bawah ini.
a.       Latar belakang masalah
Pada bagian ini, penulis harus menguraikan apa yang menjadi ketertarikannya pada objek yang diteliti. Oleh karena itu, kepekaan untuk memerhatikan fenomena-fenomena yang mutakhir di bidang yang sedang ditekuni menjadi kebutuhan. Tidak jarang, sebuah makalah atau skripsi mendapat sambutan hangat karena membahas topik-topik yang sedang hangat.
Satu aspek lain yang perlu dikemukakan pada bagian ini ialah tinjauan pustaka. Peneliti perlu menyertakan beberapa penelitian yang relevan dengan topik yang dikerjakan. Hal ini dilakukan agar memperjelas pembaca bahwa penelitian yang dilakukan bukan mengulangi berbagai penelitian lainnya.
b.      Masalah dan batasannya
Dari fenomena yang menarik perhatian, penulis harus secara eksplisit mengemukakan masalah yang hendak dibahas. Sebab pada bagian latar belakang, masalah yang hendak dibahas biasanya tidak dikemukakan secara eksplisit.
Meski demikian, masalah yang hendak dibahas atau diteliti itu masih harus dibatasi lagi. Hal ini dilakukan agar pembahasan tidak meluber luas kepada aspek-aspek yang jauh dari relevan. Selain itu, pembatasan masalah penelitian juga akan menolong dalam hal efektivitas penulisan karya ilmiah.
c.       Tujuan dan manfaat
Kemukakan tujuan dan manfaat penelitian yang dikerjakan. Sedapat mungkin dijabarkan keduanya, baik bagi lingkungan akademis maupun masyarakat secara umum.
d.      Metode dan Teknik Analisa
Penentuan metode dan teknik menganalisis data juga akan menentukan hasil dari sebuah penelitian. Metode harus dibedakan dari teknik. Mengenai keduanya, Sudaryanto (2001) menyebutkan bahwa metode merupakan cara yang harus dilaksanakan, sedangkan teknik merupakan cara melaksanakan metode. Sebagai cara, tambahnya, kejatian teknik ditentukan oleh adanya alat yang dipakai.
Dalam ilmu linguistik, metode penelitian berkisar pada dua metode besar, yaitu metode padan dan agih. Sementara tekniknya ada bermacam-macam. Tidak semua metode perlu dan relevan untuk digunakan dalam menganalisa data penelitian. Oleh karena itu, peneliti perlu berhati-hati dalam menentukan metode dan teknik analisanya. Data penelitian yang diperoleh harus benar-benar dicermati perilakunya.
e.       Landasan teori
Sebuah penelitian tentu perlu memiliki dasar teoritis yang kuat. Namun, penulis harus benar-benar teliti menentukan dasar teoritis yang akan mendukung pembedahan masalah. Biasanya, bila sudah mengerti perilaku data yang diperoleh, penentuan teori yang hendak dipakai akan lebih mudah.
2.      Isi
            Setelah merampungkan bagian awal tadi, penelitian pun dapat dilanjutkan dengan lebih bergumul dengan data yang telah diperoleh. Sub dari bagian isi (biasa disebut juga subbab karena bagian isi umumnya dianggap sebagai bab yang mandiri) biasanya tergantung ruang lingkup masalah. Bila masalah yang hendak dibahas terdiri dari tiga butir, sub bagian isi bisa menjadi tiga. Jangan sampai empat apalagi lima, mengingat pada bagian isi, penulis harus melakukan analisa berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada bab pendahuluan.


3.      Penutup
            Sebagai penutup, pada bagian ini peneliti harus memberi simpulan dari hasil penelitiannya. Simpulan tersebut harus disajikan secara sederhana dan singkat. Tujuannya agar pembaca bisa lebih menangkap hasil penelitiannya secara ringkas.
            Salah satu bagian yang tampaknya masih banyak digunakan sebagai sub-bagian dari penutup ialah saran. Sejumlah departemen pada sejumlah perguruan tinggi belakangan ini mulai menghapus bagian tersebut. Sederhananya, sebuah penelitian mensyaratkan sebuah penelitian lanjutan, entah untuk menyanggah atau menguatkan hasil penelitian terdahulu.
4.      Bibliografi
            Bibliografi atau yang umumnya disebut sebagai daftar pustaka turut menjadi bagian yang penting. Asumsinya, sebuah penelitian ilmiah tentu akan menggunakan referensi-referensi pendukung. Tidak ada batasan minimal maupun maksimal dalam penggunaan referensi. Namun, ini bukan berarti bahwa peneliti bisa seenaknya mencantumkan referensi. Referensi yang terlalu sedikit bisa menandakan peneliti tidak banyak membaca literatur pendukung atau hasil penelitian terkait. Sementara bila terlalu banyak, bisa-bisa dicurigai hasil tulisannya didominasi oleh pendapat ahli daripada pendapat peneliti itu sendiri. Oleh karena itu, pemanfaatan referensi harus dilakukan sewajar dan seperlunya saja.
            Tata cara penulisan bibliografi pun harus diperhatikan. Bedakan sumber referensi yang berasal dari buku dengan majalah dan surat kabar. Mengingat dunia internet saat ini pun menawarkan beragam hasil penelitian yang dengan mudah dapat diakses, peneliti dapat memanfaatkan sumber-sumber tersebut sebagai bahan referensi penelitiannya. Khusus untuk sumber referensi dari internet, saat ini disepakati bahwa tata cara penulisannya sebagai bibliografi diperlakukan seperti layaknya sebuah artikel.
5.      Mengenai Abstrak
            Abstrak juga menjadi bagian penting lain yang perlu diperhatikan oleh peneliti. Abstrak merupakan suatu bagian uraian yang sangat singkat, jarang lebih panjang dari enam atau delapan baris, bertujuan untuk menerangkan kepada para pembaca aspek-aspek mana yang dibicarakan mengenai aspek-aspek itu (Keraf 1984).
6.      Mengenai Prakata
Salah kaprah sering terjadi pada bagian ini. Masih banyak yang memilih menggunakan kata pengantar daripada prakata. Perbedaan yang mendasar dari keduanya, kata pengantar ditulis oleh seseorang dalam rangka menyajikan karya tulis orang lain. Biasanya kata pengantar dipilih untuk memberi kesaksian yang menguatkan bagi pembaca, bahwa karya yang disajikan penulis pantas dibaca atau dijadikan referensi. Sebaliknya, prakata merupakan pengantar yang disajikan oleh penulis karya tersebut.


D.    Contoh Standar Teknik Penulisan
1.      Penomoran Bab serta subbab\
·         Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.
·         Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor bab/subbab dimana bagian ini terdapat.
      II ………. (Judul Bab)
      2.1 ………………..(Judul Subbab)
      2.2 ………………..(Judul Subbab)
      2.2.1 ………………(Judul Sub-Subbab
·         Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal
·         Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran font 12, tebal.
2.      Penomoran Halaman
·         Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
·         Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas
·          Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.
3.      Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel
·         Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel.
·         Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan, contoh : gambar 3.1 berarti gambar pertama yang ada di bab III.
4.       Penulisan Daftar Pustaka
·         Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
·         Ditulis menurut kutipan-kutipan
·         Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
·         Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
·         Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
·         Gelar tidak perlu disebutkan.
·         Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
·         Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
·         Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut : Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
·         Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000.
·         contoh penulisan daftar pustaka

Satu Pengarang
·         Budiono. 1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.
·         Friedman. 1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago : University of Chicago Press.
Dua Pengarang
·         Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method. New york: Harcourt
·         Nasoetion, A. H., dan Barizi. 1990. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia
Tiga Pengarang
·         Heidjrahman R., Sukanto R., dan Irawan. 1980. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
·         Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 1971. Structural change in a Developing Economy. Princeton: Princeton University Press.
Lebih dari Tiga Pengarang
·         Barlow, R. et al. 1966. Economics Behavior of the Affluent. Washington D.C.: The Brooking Institution.
·         Sukanto R. et al. 1982. Business Frocasting. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
Pengarang Sama
·         Djarwanto Ps. 1982. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
·         ____________. 1982. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
Tanpa Pengarang
·          Author’s Guide. 1975. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall
·          Interview Manual. 1969. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research, Universiy of Michigan.
Buku Terjemahan, Saduran atau Suntingan.
·         Herman Wibowo (Penterjemah). 1993. Analisa LaporanKeuangan. Jakarta: PT. Erlangga.
·         Karyadi dan Sri Suwarni (Penyadur). 1978. Marketing Management. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.
Buku Jurnal atau Buletin
·          Insukindro dan Aliman, 1999. “Pemilihan dan Bentuk Fungsi Empirik : Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia”,
·         Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 14, No. 4:49-61.
·         Granger, C.W.J., 1986. “Developments in the Study of Co-integrated Economic Variables”, Oxford Bulletin of Economics and Statistics, Vol.48 : 215-226.
5.      Format Pengetikan
- Menggunakan kertas ukuran A4.
- Margin Atas : 4 cm Bawah : 3 cm
Kiri : 4 cm Kanan : 3 cm
- Jarak spasi : 1,5 (khusus ABSTRAKSI hanya 1 spasi)
- Jenis huruf (Font) : Times New Roman.
- Ukuran / variasi huruf : Judul Bab 14 / Tebal + Huruf Besar
Isi 12 / Normal
Subbab 12 / Tebal
6. Hasil Penulisan Karya tulis ilmiah
- Dijilid berbentuk buku. Halaman tidak termasuk cover, halaman judul, daftar isi, kata pengantar dan daftar pustaka
- Dipresentasikan di hadapan para penguji, usahakan menggunakan Power Point.
- Usahakan diketik dengan menggunakan Program Software Pengolah Kata, misal : Ms Word dan dicetak dengan printer.
6.      LAMPIRAN.
Lampiran ini berisi data, gambar, tabel atau analisis dan lain-lain yang karena terlalu banyak, sehingga tidak mungkin untuk dimasukkan kedalam bab-bab sebelumnya.




[1] Disampaikan pada diklat teknik penyusuan karya tulis ilmiah dasar khusus semester I  Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara pada tanggal 8-9 Desember 2009 di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya.
[2] Dosen Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya

0 komentar:

Poskan Komentar